Siantar News / Headline / Syukurlah, Penunggang Pajak Asal Tarutung Dilepas
Moh Nthai, Kabid P2 Humas Kanwil DJP Sumut II saat menggelar konfrensi pers di Lapas Siantar. (Foto ist)

Syukurlah, Penunggang Pajak Asal Tarutung Dilepas

SiantarNews|Siantar-Setelah diamankankan dan disandera di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar, wajib pajak berisial BL (50) yang menunggak pajak sebesar Rp854 juta akhirnya dibebaskan, setelah mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty) yang sedang gencar dijalankan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Kepada wartawan Kamis (24/11/2016), Moh Nthai, Kabid P2Humas DJP Sumatera Utara II menjelaskan, setelah memeroleh bukti telah mengikuti program pengampunan pajak yang digelar pada Rabu (23/11) lalu, KPP Pratama Balige langsung mengeluarkan surat pelepasan sandera yang kemudian diserahkan di lokasi penyanderaan. “Wajib pajak keluar dari tempat penyanderaan sekira pukul 01.00 WIB setelah disandera selama dua hari,” jelasnya.

Usai dilepaskan, kata Nthai, wajib pajak dijemput oleh keluarganya dan langsung meninggalkan tempat penyanderaan. “Sesuai ketentuan, wajib pajak yang mengikuti program pengampunan pajak harus membayar uang tebusan, serta melunasi tunggakan pajak dan biaya penagihan pajak. Dan itu sudah dilakukan BL,” lanjutnya.

Dalam rangka menghimpun penerimaan pajak yang diamanahkan oleh Undang-Undang, Nthai memaparkan bahwa DJP terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah pengamanan penerimaan pajak.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan tindakan penagihan aktif terhadap wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak yang belum dilunasi sampai dengan jatuh tempo pembayaran,” terangnya.

Penagihan aktif yang dapat dilakukan, jelas Nthai lagi, adalah penyitaan, pemblokiran rekening, pencegahan bepergian ke luar negeri serta penyanderaan.

Tidak hanya itu, Nthai juga mengatakan bahwa di tengah program pengampunan pajak yang sedang dijalankan DJP, tindakan penagihan tetap dilakukan terhadap penunggak pajak. “DJP akan menindak tegas penunggak pajak yang tidak kooperatif dalam melunasi tunggakannya,” tegasnya.

Nthai pun menuturkan bahwa program pengampunan pajak sebenarnya sangat menguntungkan penunggak pajak. Dengan mengikuti program pengampunan pajak, wajib pajak hanya melunasi tunggakan pajak sebesar pokok pajak yang terutang, sedangkan sanksi administrasi berupa denda atau bunga akan dihapuskan.

“Oleh karena itu, kita berharap para penunggak pajak lainnya segera melunasi tunggakannya atau mengikuti program pengampunan pajak yang akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2017,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara II dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Balige melakukan penyanderaan (Gijzeling) terhadap penanggung pajak berisinial BL, wajib pajak orang pribadi yang menunggak pajak sebesar Rp854.484.916. Penyenderaan dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar, Senin (21/11).

BL merupakan seorang pengusaha perorangan, pemilik toko bahan bangunan. BL juga ditenggarai memiliki sejumlah usaha lain, yaitu rumah kontrakan, perkebunan jeruk, kedai makan serta minum dan sebuah stasiun radio yang keseluruhannya berlokasi di kota Tarutung. BL tidak pernah melaporkan pajak atas seluruh kegiatan usahanya, laporan pajak terakhir BL adalah pada tahun pajak 2010 yang dilaporkan dengan status nihil  (ms)

Baca Juga

Ngunduh Mantu Bobby- Kahiyang Ayu, 10 Kerbau akan Dipotong

SiantarNewslMedan,-Putri Presiden Joko Widodo,  Kahiyang Ayu dan suaminya, Bobby Afif Nasution akan menjalani prosesi tepung tawar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!