News Update
Siantar News / Headline / Marinus Gea Ajukan Gugatan Perdata di PN Gunungsitoli
Tim Kuasa Hukum Marinus Gea, Jaya Putra Zega. SH. dan Wiradarma Harefa. SH

Marinus Gea Ajukan Gugatan Perdata di PN Gunungsitoli

SiantarNews|Gunungsitoli-Karena tidak ditemukan titik temu terkait perselisihan jual beli dua bidang tanah milik Roslina Hulu di desa Loloanaa Idanoi, Kota Gunungsitoli. Marinus Gea membatalkan transaksi jual beli dengan cara mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

“Pada tanggal 8 Maret 2017 lalu, klien kami telah mengajukan gugatan perdata untuk membatalkan transaksi jual beli tersebut di Pengadilan Negeri Gunungsitoli dengan nomor perkara 9/PDT.G/2017/PN.GST. Hal ini dilakukan karena tidak ada itikad baik dari pihak Roslina Hulu, dimana mereka telah melaporkan klien kami di Bareskrim Mabes Polri,” terang Tim Kuasa Hukum Marinus Gea, Jaya Putra Zega. SH. dan Wiradarma Harefa. SH,  di salah satu Cafe di Kelurahan Pasar, Gunungsitoli, Rabu (3/5/2017) malam.

Sidang pertama berlangsung pada Senin 3 April 2017 yang digelar Pengadilan Negeri (PN) kota setempat. Pihak tergugat tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas sehingga sidang ditunda satu bulan ke depan. Begitu juga sidang kedua (3/5/2017) pihak RH juga tidak hadir dengan alasan karena ada panggilan ke Mabes Polri.

“Alasan tersebut dikesampingkan oleh majelis hakim Hendra Utama karena didalam surat panggilan dari Mabes Polri tercatat tanggal 3 April 2017, sementara sidang hari ini tanggal 3 Mei. Terkait tidak hadirnya pihak tergugat, hal itu tidak menjadi masalah dan tidak mengganggu jalannya proses gugatan”,ucapnya

Pada sidang kedua ini hanya dihadiri tergugat II (EG) dalam hal ini suami dari tergugat I, turut tergugat I Notaris/PPAT (DG), turut tergugat I (MS) mewakili dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias,

“Hakim telah menyampaikan bahwa sidang akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya yakni sidang mediasi serta memerintahkan panitera untuk tidak melayangkan lagi surat panggilan kepada tergugat”, ujarnya.

Terkait ketidakhadirian dalam persidangan kedua, kuasa hukum menduga pihak Roslina Hulu berusaha mengulur waktu serta berusaha menghindar dari proses hukum yang sedang berjalan.

“Ibu Roslina Hulu sudah dipanggil dua kali ke persidangan secara patut, namun tidak hadir dan patut diduga Roslina Hulu sebagai tergugat I sengaja menghindari proses hukum dengan mengulur waktu,” ungkap Jaya.

Ditambahkan Harefa, proses mediasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat siap jika ada upaya damai dari pihak tergugat

“Asalkan sesuai dengan syarat dari penggugat yakni pembatalan transaksi jual beli tanah dimaksud, dan mengembalikan biaya terhadap proses jual beli tanah itu termasuk uang muka yang sudah ditransfer ke rekening RH sebesar dua ratus juta rupiah,” harapnya. (Ganda|PIS|REM)

Baca Juga

Ada Prosesi Potong Kerbau di Nikahan Kahiyang di Medan, Ini Maknanya

SiantarNewslMedan,-Rangkaian acara adat Mandailing di pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Medan akan dilanjutkan pada Jumat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!