Siantar News / Headline / Ini Arogansi Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli
Hadirat ST Gea, Ketua KNPI Kota Gunungsitoli Versi Kongres Papua

Ini Arogansi Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli

SiantarNews|Gunungsitoli-Dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) daerah terjadi di Kota Gunungsitoli. Ketua DPD Kota Gunugsitoli versi Kongres Jakarta dipimpin oleh Kariaman Zebua. Ia terpilih secara demokratis saat digelar Musawarah Daerah (Muda) pada Selasa 19 April 2016 lalu.

Sedangkan KNPI Kota Gunungsitoli versi Kongres Papua, juga menggelar Musyawarah Daerah (Musda) bertempat di Hotel Dian Otomosi Gunungsitoli, Sabtu (3/9/2016). Hasilnya, Hadirat ST Gea terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli.

Terkait dualisme kepengurusan KNPI Kota Gunungsitoli ini, Walikota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua seperti dilansir salah satu media lokal terbitan Kota Gunungsitoli, mengakui DPD II KPNI Kota Gunungsitoli versi Kongres Jakarta.

Bahkan, dalam acara penutupan kegiatan Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Gunungsitoli Barat versi Munas Jakarta yang digelar di Desa Tumori , Kecamatan Gunungsitoli Barat, Minggu 13/11/2016 lalu, Walikota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro pun hadir dalam acara tersebut.

Sikap Walikota Gunungsitoli yang mendukung kepengurusan DPD KNPI Kota Gunungsitoli versi Kongres Jakarta, wartawan Siantarnews.com Senin (14/11/2016) memintai pendapat Ketua KNPI versi Kongres Papua, Hadirat ST Gea via telepon selulernya.

Celakanya, jawaban Hadirat Gea yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli ini justru melecehkan profesi wartawan.

Berikut petikan wawancara/konfirmasi via telepon wartawan Siantarnews.com kepada Hadirat Gea

Bagaimana tanggapan Bapak terkait dualisme KNPI di Kota Gunungsitoli ? Dan apa tanggapan Bapak terkait Walikota Gunungsitoli  yang mengakui  DPD KNPI Kota Gunungsitoli  versi Jakarta yang dipimpin oleh Kariaman Zebua ?

Mendengar pertanyaan itu, tiba-tiba Hadirat marah. Lalu dia menyebut “Tidak ada dualisme KNPI, dan  pelajari dulu AD/ART yang ada. Anda wartawan  yang  baru belajar dan tak cocok mewawancari saya, anda tak pantas mewawancarai saya, dan kamu itu wartawan yang kemarin,” ucapnya dengan sombong.

Sebagai Ketua KNPI yang juga sebagai pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli, sikap yang dipertontonkan Hadirat ST Gea dinilai bentuk arogansi dan tak pantas diucapkan kepada wartawan. “Jika ada sesuatu hal yang tidak pas, semestinya Hadirat Gea tidak langsung memvonis. Pers itu kan profesi yang mulia, dan pilar ke empat demokrasi. Fakta, kan ada dualisme kepengurusan,” terang Dosen Universitas HKBP Dr Hilman Pardede

Penulis : Efrizal Caniago

Editor : REM

 

Baca Juga

Ngunduh Mantu Bobby- Kahiyang Ayu, 10 Kerbau akan Dipotong

SiantarNewslMedan,-Putri Presiden Joko Widodo,  Kahiyang Ayu dan suaminya, Bobby Afif Nasution akan menjalani prosesi tepung tawar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!