News Update
Siantar News / Headline / Dana Desa di Nias Barat Diduga Diselewengkan
Kondisi jalan yang baru saja diaspal (Foto Efrizal)

Dana Desa di Nias Barat Diduga Diselewengkan

SiantarNews|Nias-Desa Dahana Hiligodu yang  terletak di Kecamatan Namohalu  Esiwa yang bermukim di dataran tinggi pelosok Kabupaten Nias Utara baru-baru ini mendapatkan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.600.000.000,-.

Dana itu diperuntukkan membangun  jalan sepanjang 1000  meter dengan lebar 3 Meter dan membangun parit 320 meter serta tembok penahan10 meter.

Edison Lahagu selaku Ketua RT 3  Kampung Lauru  faete Dusun 1 Desa Dahana Hiligodu  saat dikonfirmasi di rumahnya pada Rabu (23/11/2016) mengatakan bahwa warga di wilayahnya awalnya bersukur atas bantuan dana yang disalurkan. Sebab, sejak Republik Indonesia merdeka, pihaknya belum menikmati arti dari kemerdekaan. Karena akses menuju ke desa Hiligodu  ini  jalannya terjal dan licin dan tidak rata. Bahkan aliran listrik dari PLN pun belum dinikmati oleh warga setempat.

Mayoritas warga di kampungnya kata dia yang berpencaharian sebagai Kuli Angkut batu dan kuli kebun menyesalkan pembangunan yang tengah berlangsung dikerjakan asal jadi.

Edison bilang, bahwa gaji para perkerja hanya Rp. 60.000 per hari dibayarkan, padahal dalam RAB nya tertulis Rp.70.000 per hari.

Selain gaji yang tidak sesuai lanjut dia bahwa aspal yang digunakan pada saat pembangunan jalan sebanyak 70 drum saja, namun di RAP 80 drum, “Itu informasi langsung dari Kepala Desa Dahana Hiligodu Fati’atulo Gea, SPd,” katanya kepada Siantarnews.com

Mewakili warganya, ia mengharapkan Menteri Desa  dan Pemprovsu dan Pemkab Nias Utara meninjau kembali lokasi pembangunan yang ada. Karena pembangunan selama  ini, pihak merasa tidak ada manfaatnya sama sekali. Sama saja, toh akses jalan yang kami lewati sama dengan kondisi jalan sebelumnya yang tidak rata. Mobil pengangkut bahan Material saja ngak kuat naik ketanjakan jika keadaan Hujan, ditambah pengaspalan nya seperti pasir  yang ditimpa dengan 3 minyal aspal per drum, dan sebelumnya pembangunan jalan ini tidak menggunakan batu besar di bawah nya sehingga mudah  digaruk dengan tangan,” imbuhnya.

Ketua LSM FOBSIT  Kepulauan Nias, Edward  Firman Firdaus Lahagu  yang  juga  berasal dari  Kampung Lauru saat ditemui wartawan  di lokasi tersebut mengatakan, pihaknya kecewa dengan hasil proses pembangunan yang tidak serius dikerjakan.

“Saya sangat kecewa dengan hasil pembangunan ini dimana pembangunannya dimulai dari Desa Dahana Hiligodu menuju Dusun I Kampung Lauru Faete ini, karena saya mencium ada aroma korupsi dalam alokasi dana desa untuk pembangunan jalan ini.

Dimana kondisi pembangunan fisik ini diduga tidak sesuai dengan RAB. Ini harus menjadi perhatian khusus,  kepada pihak pemerintah Gubsu dalam hal ini pemerintah Kabupaten Nias Utara agar  segera kembali mengaudit pembangunan yang masih belum sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” pungkasnya

Penulis : Efrizal Caniago

Editor : REM

Baca Juga

Gadis Cantik Gagal Dugem Didiskotik Karena Kena Ciduk Bawa Ekstasi

SiantarNews|MEDAN-Keburu ditangkap polisi, Sucihayati (26) warga Jalan Starban, Gang Garuda, Medan Polonia gagal untuk dugem ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!