Siantar News / Gaya Hidup / Viral Di Medsos, Pasangan Suami Istri Muslim Ini Ngamen Dengan Lagu Rohani Kristen
Pasangan Suami-Istri Muslim yang mengamen dengan lagu rohani Kristen ( Youtube)

Viral Di Medsos, Pasangan Suami Istri Muslim Ini Ngamen Dengan Lagu Rohani Kristen

SiantarNews|Wajah optimis dan ceriah terpancar dari wajah Reza Roma Prakarsa dan Patrichia Prakarsa Kaunang sore itu di akhir pekan pertama Februari 2018.Mereka adalah pasangan suami istri muda. Roma mengenakan kaos hitam sementara istrinya Claudia berkemeja lengan panjang kotak-kotak.

Claudia mengenakan jilbab sebagaimana keyakinan iman keduanya. Video mereka berdua yang direkam oleh seorang pengemudi Go-jek viral beberapa waktu lalu. Dalam rekaman itu, pasangan suami istri yang sudah dikarunia seorang anak ini menyanyikan lagu rohani Kristen. Saat itu keduanya sedang mengamen di sebuah rumah makan yang menyajikan menu khas Minahasa. Video yang diunggah di Facebook itu menuai beragam pujian, namun juga komentar negatif.

Sore itu keduanya menyambangi kantor Zonautaradotcom untuk sebuah sesi wawancara. Cahaya hangat menjelang matahari terbenam membuat sesi wawancara yang dilakukan di taman Tugu Lilin mencipta keakraban. Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat. Bila saatnya nanti Ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat.

Dengan petikan gitar kesayangannya, Roma dan Claudia melantunkan lagu berjudul Hidup Ini Adalah Kesempatan dengan fasih. Itu adalah lagu ciptaan Pdt Wilhelmus Latumahina. Sebuah lagu rohani pop Kristen yang sangat populer.

“Ada yang bilang ini sekedar pencitraan, ini cuma ingin jadi viral di media, ada yang mengolok-olok. Tapi kami anggap itu biasa, saya juga sempat menjelaskan di Facebook, bahwa sebelum video itu viral sebagai pengamen kami sudah selalu bawa lagu rohani. Selain itu karena kami rasa ini memang bermanfaat bukan hanya untuk umat Kristiani sendiri bahkan untuk kita semua. Karena itu kan kata-katanya punya unsur membangun spiritual,” ujar Roma.

Roma mengaku sedari kecil dirinya sudah akrab dan tahu banyak lagu-lagu rohani umat Kristiani. Hal itu karena kebetulan dia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil, Kota Manado, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Ini juga yang membentuk Roma menjadi pribadi yang terbuka, dan tidak  menganggap agama sebagai jurang pembatas antar sesama manusia.

“Secara pribadi saya merasa menyanyikan lagu Kristen tidak bertentangan dengan keyakinan atau iman saya. Kalau dilihat dari lirik-liriknya kan itu punya nilai-nilai universal. Untuk menghadapi kritik orang-orang yang menuding macam-macam, ya kami klariækasi baik-baik,” jelas Roma.

Justru dengan membawakan lagu-lagu rohani, kata Roma, sebagai seorang Muslim dirinya turut menyampaikan pesan-pesan toleransi ke sesama umat beragama. Terlebih Kota Manado dikenal dengan masyarakatnya yang punya rasa toleransi tinggi.

Lagi pula, kata Roma, lagu rohani yang dibawakannya hingga jadi viral di Facebook itu mengandung nasehat-nasehat yang baik. Lagu yang mengajak sesama umat beragama untuk melayani Tuhan, berbuat baik tanpa pamrih. Sering, kata Roma, saat membawakan lagu rohani Kristen, ia mendapati orang-orang tersentuh. Bahkan tak jarang, ada Pendeta yang memuji dan memberikan komentar positif. Mereka kagum, karena saat membawakan lagu rohani, dia dan istrinya memakai atribut muslim.

“Mereka heran kenapa kami pakai kopiah, pakai jilbab dan menyanyi lagu rohani. Mereka salut, mereka pikir bagus. Dan malah mereka menyuruh request lagu, waktu itu lagu natal, lagu Gloria oke, lagu Jauh di Dusun Yang Kecil oke,” tutur Roma ditimpali senyuman bersama Claudia.

Menurut Roma, toleransi di Sulawesi Utara sanmgat kuat. Buktinya saat perayaan Idul Fitri, orang-orang muslim yang beribadah mendapat penjagaan dari para waraney Minahasa. Begitu pula saat hari raya Natal, pemuda-pemuda muslim ikut menjaga gereja. Dia yakin, kerukunan di Manado dan Sulawesi Utara akan terus langgeng, karena di Manado semua umat beragama saling menjaga.

“Yang ingin kami sampaikan ke warga Manado, jadikan diri ini bermanfaat bagi orang lain. Karena arti dari iman itu sendiri begitu, mampu memuliakan orang lain, tanpa memandang satu perbedaan. Terus jangan jadikan perbedaan itu sebagai satu jurang pemisah, karena di sini Manado so baku ta ika, Ungke so kaweng deng Keke, Keke so kaweng deng Uti, jadi ya begitulah. Insya Allah kerukunan di Manado tidak akan pernah rusak,” imbuhnya.

Roma sendiri sudah lama memasuki blantika musik jalanan. Dari tahun 2003, hingga sekarang. Terhitung sudah 15 tahun, pria yang tercatat sebagai Mahasiswa aktif semester dua di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado ini mengitari setiap sudut tongkrongan di Kota Manado dengan gitarnya.

Menghibur orang-orang agar merasakan suka cita di tengah zaman yang terus berpacu maju menggilas siapa saja yang lemah jiwanya. Menyirami hati mereka dengan lagu-lagu dari berbagai genre, rock, pop, folk Song, religi, hingga lagu rohani Kristen.

Tujuan Roma jelas, selain mengais rejeki dan menyalurkan hobi, Roma juga ingin menyampaikan pesan-pesan positif lewat lagu-lagu yang dinyanyikannya.

“Kadang-kadang ada lagu-lagu ciptaan dari saya pribadi, yang menyinggung masalah-masalah sosial sekarang, selain dari lagu-lagu rohani,” ungkap Roma.

Roma mengaku jika Iwan Fals adalah musisi yang paling menginspirasinya. Kenapa Iwan Fals? Karena menurutnya, Iwan Fals adalah tokoh musisi yang menyuarakan tragedi hidup orang-orang pinggiran. Dan juga karena Iwan Fals adalah sosok musisi yang meniti karir dari jalanan.

Semua lagu Iwan Fals jelas disukai Roma, namun yang paling sering dia nyanyikan itu lagu yang berjudul Bongkar. Roma berharap, kelak dirinya bisa mengikuti jejak sang panutan, dan terus menyuarakan kegetiran kaum pinggiran serta semangat toleransi sesama anak bangsa Indonesia.(Rey|ZonaUtara)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Wow ! Objek Wisata Pantai Bulbul Dilirik Sejumlah Investor untuk Berinvestasi

SiantarNews| Tobasa – Seiring makin ramainya pengunjung di objek wisata Pantai Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir ...