Siantar News / Gaya Hidup / Mau Beli Perumahan ? Perhatikan Dulu Beberapa TIPS Berikut
Bangunan Tanpa IMB Di bongkar (ist)

Mau Beli Perumahan ? Perhatikan Dulu Beberapa TIPS Berikut

SiantarNews|Properti,- Seperti yang Anda ketahui membeli rumah dari developer tentunya menawarkan banyak keuntungan. Beberapa diantaranya adalah praktis, kemudahan dalam mengurus KPR, biasanya fasilitas pendukung sudah lengkap dan lain sebagainya. Nah apa saja yang harus di perhatikan saat membeli rumah dari developer?

Kumpulan Tips Membeli Rumah dari Developer - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Nah berikut ini kumpulan tips membeli rumah dari developer

#1 Reputasi Developer adalah Hal Paling Penting

Membeli rumah tentu membutuhkan uang yang cukup banyak, oleh sebab itu Kita perlu berhati-hati. Aturan nomor 1 cek reputasi developer, pilih yang sudah kredibel dan berpengalaman. Ada banyak kasus developer yang gagal menyelesaikan bangunan, setelah uang muka terkumpul. Akhirnya kasus di bawa ke persidangan dan memakan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Jika Anda membeli rumah dari developer, Anda sangat bergantung pada developer. Meskipun rumah belum selesai dibangun, Anda harus tetap membayar cicilan KPR setiap bulannya. Tentunya Anda masih ingat kan, sebelum rumah selesai dibangun, Anda hanya mengantongi perjanjian PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). PPJB ini tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak dapat dijadikan syarat untuk ganti nama. Boleh dibilang nasib rumah Anda dan kepemilikannya sangat bergantung pada developer.

Nah ada beberapa cara untuk mengetahui kredibelitas developer, seperti bertanya pada bank, melihat proyek-proyek yang pernah dibuat sebelumnya dan melihat kelengkapan izin – izin pembangunan proyek. Setiap developer yang ingin menjalankan proyek pembangunan rumah harus mengantongi izin:

  1. Izin peruntukan tanah yang terdiri dari izin lokasi, aspek tata guna lahan, site planyang telah disahkan, Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT), nomor sertifikat tanah, surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), surat Izin Penggunaan Bangunan (IPB). Anda dapat mengecek kelengkapan surat-surat ini di BPN (Badan Pertanahan Nasional).
  2. Ketersediaan prasarana atau alat-alat pembangunan.
  3. Kondisi tanah atau lahan yang sudah matang dan siap dibangun.
  4. Sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) atau HGB Induk atas nama perusahaandeveloper.
  5. Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Induk.

#2 Jangan Meremehkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Tahukah Anda izin mendirikan bangunan (IMB) adalah syarat yang paling penting untukdeveloper yang akan membangun perumahan. Hal ini tertulis dalam Undang-Undang 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Apa risikonya jika developer tidak memiliki atau salah menggunakan IMB:

  1. Bangunan dapat disegel oleh pihak yang berwenang.
  2. Bangunan tidak dapat diajukan untuk kredit ke bank.
  3. Pembeli tidak dapat mengurus status SHM.

Dalam IMB, terdapat data-data terkait dengan bangunan, peruntukan, luas bangunan, jumlah lantai, data-data teknis dan lampiran. Bangunan dengan IMB untuk rumah tinggal hanya diizinkan untuk hunian. Jadi IMB untuk rumah tinggal tidak bisa dijadikan untuk ruko.

#3 Urus KPR Terlebih Dahulu, Sebelum Bayar Uang Muka

Tahukah Anda perbedaan antara tanda minat (booking fee) dan uang muka (down payment)? Booking fee hanya sebagai tanda berminat untuk membeli rumah darideveloper tanpa ada ikatan apapun. Setelah Anda menyerahkan booking fee, Anda dapat coba mengajukan KPR. Pengajuan KPR memakan waktu beberapa hari, jika syarat dan kondisi sudah terpenuhi.

Jangan Takut Beli Rumah Idaman dari Developer, Setelah Baca Ini (Infografis) - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Jika pengajuan KPR Anda sudah disetujui, baru Anda dapat membayarkan uang muka (minimum 30% harga rumah) dan membuat PPJB. Apakah perlu membayarkan uang muka, jika KPR belum disetujui? Sebaiknya uang muka (DP) dibayarkan setelah pengajuan KPR disetujui. Ingat tidak ada jaminan pengajuan KPR Anda akan diterima oleh bank, walaupun bank telah bekerja sama dengan developer. Hal ini dikarenakan bank akan melihat syarat dan kondisi keuangan Anda.

#3 Disarankan Tidak Melakukan Transaksi Bawah Tangan

Apakah Anda pernah mendengar membeli rumah yang masih dalam status jaminan bank? Dan transaksi dilakukan bawah tangan? Kami sangat menyarankan agar Anda tidak melakukan transaksi bawah tangan, terlebih jika buktinya hanya kwitansi. Transaksi bawah tangan tidak memiliki dasar hukum dan kepastian. Terlalu berisiko dan bahayamembeli rumah yang masih dalam jaminan.

#4 Risiko Rumah Tidak Jadi Sesuai dengan Jadwal

Terkadang membeli rumah dari developer memiliki risiko seperti rumah tidak jadi dibangun, penyelesaian rumah terlambat (tidak sesuai dengan perjanjian) dan rumah jadi dengan spesifikasi yang berbeda.  Risiko-risiko di atas adalah adalah risiko yang sebenarnya dapat merusak nama baik developer. Pastikan Anda membaca spesifikasi dan perjanjian, termasuk spesifikasi bahan, waktu penyelesaian dan lain sebagainya.

Pada klausul perjanjian, tentu ada pasal yang mengatur wanprestasi. Pastikan Anda juga memahami kewajiban developer jika terjadi wanprestasi. Baca dengan teliti agar Anda (sebagai Pembeli) dapat mengetahui langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi permasalahan.

#5 Lakukan AJB Jika Rumah Sudah Jadi

Ingat PPJB tidak memiliki kekuatan hukum, karena sifatnya perjanjijan. Setelah rumah sudah selesai dibangun, Anda harus segera mengurus AJB (Akta Jual Beli). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 24 tahun 1997 pasal 37 tentang Pendaftaran Tanah:

Akta Jual Beli (AJB) merupakan bukti sah bahwa ha katas tanah dan bangunan sudah beralih kepada pihak lain.

Menurut Keputusan Meneteri Negara Perumahan Rakyat No 09/KPTS/M/1995 tentang Pedoman Pengikatan Jual Beli Rumah, AJB atas tanah dan bangunan rumah harus ditanda tangani oleh penjual dan pembeli di hadapan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dengan syarat:

  1. Bangunan rumah telah selesai dibangun dan siap dihuni.
  2. Pembeli telah membayar lunas seluruh harga tanah dan bangunan rumah beserta pajak dan biaya-biaya lainnya yang terkait dengan itu
  3. Permohonan Hak Guna Bangunan atas tanah sudah selesai diproses dan sertifikat Hak Guna Bangunan terdaftar atas nama penjual.

PPAT sebagai Pejabat Pemerintah akan memiliki beberapa prosedur sebelum membuat Akta Jual Beli:

  1. Pemeriksaan sertifikat ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk mengetahui objek jual beli (rumah) tidak dalam sengketa hukum, tidak dalam status jaminan, tidak dalam status sita atau blokir dari pihak lain. Jika sampai ada catatan tersebut, maka pihak penjual harus mengurus status blokir tersebut.
  2. Menyerahkan SPPT PBB dan bukti pembayarannya, agar tidak ada tunggakan PBB serta pajak-pajak lain yang terkait.

#6 Ubah HGB ke SHM

Setelah Pembeli melakukan AJB, maka pembeli mendapatkan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) dari pengembang. Developer sebagai badan hukum tidak diperbolehkan memiliki tanah dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM). Developer hanya boleh menggunakan tanah dan bangunan. Seperti yang kita ketahui HGB memiliki jangka waktu, paling lama 30 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 20 tahun.

Setelah Anda menyelesaikan AJB, pembeli sebaiknya mengubah sertifikat HGB menjadi SHM. Ada beberapa developer yang langsung mengurus proses peningkatan hak menjadi SHM.  Proses pengurusannya tidak terlalu sulit, menurut Keputusan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 6 Tahun 1998 tentang Pemberian Hak Milik atas Tanah untuk Rumah Tinggal, tanah dengan status SHGB dapat diubah menjadi tanah sertifikat SHM dengan syarat:

  1. Pengurusan pada kantor BPN setempat di wilayah tanah tersebut berada.
  2. Pengurusan dapat dilakukan oleh pemegang SHGB yang berkewarganegaraan Indonesia atau menggunakan jasa Notaris / PPAT.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi:

  1. SHGB asli
  2. Salinan IMB
  3. Salinan SPPT PBB tahun terakhir
  4. Indentitas diri (KTP, KK)
  5. Surat pernyataan tidak memiliki tanah lebih dari lima bidang yang luasnya kurang dari 5.000 meter persegi.
  6. Membayar uang pemasukan kepada Negara.

Kesimpulan

Membeli rumah dari developer memberikan banyak keuntungan. Sayangnya ada beberapa oknum dari developer yang seringkali melakukan tindak kecurangan. Sebagai pembeli kita harus senantiasa berhati-hati. (Source : Finansialku)

Baca Juga

Terseret Narkoba, Penyanyi Ello Terpaksa Rayakan Natal di ‘Penjara’

SiantarNews| Jakarta – Penyanyi Marcello Tahitoe atau akrab disapa Ello masih menjalani sidang kasus narkoba sampai saat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!