News Update
Siantar News / Gaya Hidup / Lydia Napitupulu Berinovasi dengan Ulos melalui Andaliman Gallery
Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

Lydia Napitupulu Berinovasi dengan Ulos melalui Andaliman Gallery

SiantarNews|MEDAN-Kain tenun nusantara khas daerah Batak, Sumatera Utara, Ulos, selama ini dimanfaatkan khusus buat penduduk setempat untuk dikenakan pada aktivitas sakral, semisal upacara adat contohnya. Tetapi, mungkin ini inspirasi tidaksama ditawarkan Owner sekaligus Creative Director Andaliman Gallery, Lydia Napitupulu yang menjadikan kain ulos lebih luwes pada penggunaannya.

Lydia telah mempunyai passion di bidang seni, semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ya pastinya telah amat menyukai mengumpul benda-benda kemudian menyusun dan mengkolaborasikannya diantaranya dengan gunting mengunting kerajinan tangan di sekolah.

Kulit telur dipecah-pecahkan dan digabung dengan berbagai kertas, bunga kering kemudian dicat. Sampai akhirnya ya kuliah di bidang arsitektur dan tetap menyukai mengkompilasi.

Loading...

“Jadi aku dasarnya arsitektur, aku menyukai mengambar bangunan dengan bermacam bentuk dan disatukan secara keselurahan. Aku tidak menyukai membuat gedung lurus saja, sukanya sudah ada yang pendek, mereng, agak tinggi kemudian dikompilasi menjadi satu gedung yang dinamis.

Tetapi kembali lagi, aku ingin sesuatu yang boleh aku lakukan dengan tangan. Aku mencoba media aku untuk bekerja, antara lain keramik, fotografi, metal, plastik, polimer setiap aku telusuri sampai akhirnya aku memilih kain. Kain teksturnya banyak, ketebalan, ketipisan dan beratnya jenisnya miliki daya tarik tersendiri buat aku,”katanya.

Sosok ayah yang selalu menanamkannya pada budaya Batak, sampai menciptakan Lydia memilih kain Ulos sebagai media sekaligus bahan baku pada usahanya.

“Dibandingkan teman-teman seangkatan aku banyak yang tak kebiasaannya, justru mereka aneh mengapa aku kebiasaannya, mungkin sebab Bapak aku selalu mengingatkan aku terhadap budaya Batak, sayapun mulai mempelajari kain ulos. Sebab pastinya dasar aku bukan orang tekstil, bukan fashion desainer, jadi awalnya produk Andaliman Gallerymulai dari benda arsitektur berupa funiture, home decor, dan perabotan rumah,”ucapnya.

Lydia juga berinovasi, belajar dari teman, buku, para penenun ulos sampai akhirnya menghasilkan karya inspiratif dari kain ulos berupa corporate gifts, souvenir semisal agenda, bantal, taplak meja, kandang tisu, pigura, aksesoris rambut, dompet, tas, casing laptop dan peralatan yang aplikasinya lebih ke aktivitas sehari-hari untuk keperluan rumah tangga dan kantor.

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

“Andaliman di tahun 2011 dengan Andaliman kini telah tidaksama jauh. Dahulu kami masuk buka di toko kecil, berada di pada semacam sopo godang, kami tes pasar selama satu tahun dan sudah ada pun konsumen. Dari situ kami pindah dan buka toko di Jalan Abdullah Lubis nomor 37/25 Medan,”tutur Lydia.(TRB)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Keren ! AirAsia Akhirnya Resmi Buka Rute Penerbangan Kuala Lumpur-Silangit

SiantarNews|Wisata,- Maskapai asal Negeri Jiran, AirAsia akan membuka rute penerbangan langsung Kuala Lumpur-Silangit. Menteri Koordinator Bidang ...