News Update
Siantar News / Gaya Hidup / Ini Saran Netizen Buat Irfan Si Pengemis Ber-iPhone
Pengemis ber-iPhone Irfan

Ini Saran Netizen Buat Irfan Si Pengemis Ber-iPhone

SiantarNews|Jakarta – iPhone 5S dan Galaxy Note 3 yang dipakai pengemis M Irfan (28) membuatnya menjadi sorotan media sosial. Irfan pun menuai banyak komentar netizen, bahkan tak sedikit yang mencibirnya.

Lucky Sebastian punya pandangan lain soal ini. Ditanyai komentarnya, pengamat gadget ini justru melihatnya sebagai peluang yang bagus untuk mengajarkan pemanfaatan teknologi untuk kewirausahaan bagi para pengemis.

“Kabarnya dia malu dan mau pulang minta modal bikin toko pakaian? Kalau diarahkan dia buka di marketplace sepertinya menarik ya,” kata Lucky saat mengobrol dengan detikINET, Kamis (24/11/2016).

Menurut pentolan komunitas gadget Gadtorade ini, bukan tidak mungkin seorang Irfan nantinya malah menginspirasi banyak orang. Berangkat dari seorang pengemis, mengenal teknologi, kemudian pintar memanfaatkannya untuk sukses berwirausaha secara online.

“Karena tidak butuh modal besar, tidak harus buka toko fisik. Kemudian karena kebiasaannya berkeliling mengenal daerah, dia tahu harus mengambil barang dari mana. Dropshipper lah modalnya,” sebutnya.

Lebih jauh lagi, kasus ini bisa menjadi pertimbangan untuk pemerintah, dalam hal ini secara spesifik adalah Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial, agar mengarahkan pengemis yang ditangkap dan masuk rehabilitasi untuk berkarya dengan memanfaatkan teknologi.

“Kenapa nggak ajarin mereka, bukan hanya cara tradisional yang sekarang mungkin menjahit, bertukang dan lain-lain. Tetapi juga pengenalan teknologi biar mereka bisa menjual karya atau jasa mereka via e-commerce. Karena semakin ke depan, semua yang menguasai teknologi dan informasi yang akan bisa memimpin pasar,” sarannya.

Seperti diketahui, Irfan diamankan P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat saat sedang mengemis di JPO Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (22/11/2016). Saat tertangkap, Irfan membawa iPhone 5S, uang tunai Rp 1.050.000 dan Galaxy Note 3.

Irfan diamankan setelah petugas mendapatkan laporan warga melalui aplikasi Qlue, tentang adanya pengemis disabilitas. Kepada petugas, Irfan mengaku sudah mengemis di beberapa lokasi seperti di Citraland, Pasar Kebayoran Lama, Sarinah dan tempat lainnya. Irfan tinggal di Jakarta dengan mengontrak di daerah Pesing Cengkareng sejak 2010.

Dalam satu hari, pendapatan Irfan bisa mencapai Rp 200 ribu rupiah. Uang ini dikumpulkannya untuk dikirimkan ke kampungnya di Sukabumi, Jawa Barat. Saat pulang ke kampungnya pada 2011, dia mampu membawa uang Rp 3 juta rupiah.

Atas kejadian penangkapannya, Irfan akan dibina di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat, maksimal selama 21 hari. Setelah itu, Irfan akan dikirim ke panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Cengkareng untuk diberi pelatihan.

Anak pertama dari dua bersaudara itu mengaku malu ketahuan mengemis oleh teman dan keluarganya. Irfan pun memutuskan akan kembali ke kampung halamannya, di mana dia telah memiliki lima ekor kambing dan 400 meter tanah garapan.

“Saya mau di rumah saja. Ke Jakarta pun orang-orang tahu (saya mengemis). Kalau ngemis, muka saya akan dikemanain lagi,” tutur Irfan.

Selain itu, Irfan bercita-cita membuka toko baju. “Kalau ada yang bantu, saya mau usaha saja. Cita-citanya ingin buka toko baju,” ujarnya. (rns/fyk)

Baca Juga

Ribuan Masyarakat Batak Kaltim Dari 6 Puak Meriahkan Batakaltim Fiesta 2017, Ini Videonya

SiantarNews|Budaya,- Komunitas Masyarakat Batak Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Batakaltim Fiesta 2017. Gelaran ini berlangsung di Convention ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!