News Update
Siantar News / Ekonomi & Bisnis / Ketegangan Status Yerusalem, Bisnis Hotel di Bethlehem Terpaksa Tutup
Aksi Protes di Bethlehem
Aksi Protes di Bethlehem (Istimewa)

Ketegangan Status Yerusalem, Bisnis Hotel di Bethlehem Terpaksa Tutup

SiantarNews|Jerusalem,-Ketegangan soal status Yerusalem yang dipicu kebijakan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terasa sampai ke Kota Kelahiran Yesus di Bethlehem, tempat tradisional perayaan Natal yang biasanya ramai dikunjungi wisatan.

Beberapa penjual makanan dan pernak-pernik liburan serta seorang pengusaha hotel terkemuka di Bethlehem mengatakan, aksi protes di Palestina yang dipicu oleh kebijakan baru Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, berdampak negatif pada bisnis mereka. Bethlehem terletak hanya beberapa kilometer di selatan Yerusalem.

Hotel mewah Bethlehem, Istana Jacir dengan 250 tempat tidur, terpaksa ditutup karena seringnya bentrokan antara pemrotes Palestina dan aparat keamanan Israel.

Direktur Umum Marwan Kittani dilansir rubrik dw mengatakan, hotel tersebut sebenarnya sudah dipesan penuh untuk sesi Natal, namun sekarang dia belum tahu, kapan hotel bisa dibuka lagi. Para aktivis Palestina telah menyerukan lebih banyak lagi aksi demonstrasi di hari-hari mendatang.

Di Manger Square, di samping Gereja Kelahiran Yesus beberapa pedagang juga menyalahkan Donald Trump sebagai penyebab turunnya bisnis mereka.

Penjual jus delima Mahmoud Salahat mengatakan, sumber utama penghasilannya adalah penduduk setempat, baik warga Palestina maupun warga Israel, sebagian besar tinggal jauh dari Bethlehem. Selama dua minggu terakhir, makin sedikit pelanggan yang datang, karena khawatir mengalami masalah di jalan.(Red)

Klik Disini Untuk Mendaftar

Baca Juga

Merasa Tertipu, Ratusan Mitra Taksi Online Sambangi Kantor Grab

SiantarNews|Peristiwa,-  Ratusan pengemudi (driver) atau mitra taksi online mendatangi kantor aplikasi taksi online Grab Meran di ...